Impulse of My Human Senses

July 31, 2010

“Summer”

Filed under: CoratCoret Hati — dekirsh @ 9:13 am

Akhir-akhir ini cuaca begitu tak menentu. Kadang panas, kadang hujan deras sampai banjir. Keadaan cuaca yang tak menentu begini membuat orang mudah sekali terkena penyakit, terutama orang-orang yang kekebalan tubuhnya lemah. Teman-temanqu, baik yang di Malang ataupun yang di Bali, sudah satu per satu tumbang. Aq saja kemaren sempat nggak enak badan, dengan suhu tubuh yang agak naik dan badan begitu lemas dan pusing. Untungnya, dengan beristirahat yang cukup, aq dah baikan, semoga itu juga bisa terjadi pada teman-temanqu yang saat ini sedang sakit.

Terus apa hubungannya dengan “summer”? Hahaha… ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan musim panas, walaupun mungkin di daratan bumi yang lain, saat ini emang sedang menikmati indahnya musim panas. “Summer” adalah istilah yang sering dipakai oleh ibuqu atau budhe2qu ketika aq sakit panas sewaktu aq masih kecil. Namanya juga anak kecil, nggak peduli hujan, panas atau gerimis, kalau lagi senang bermain ya bermain aja. Tahu-tahunya sore atau malamnya, badan terasa panas dan merengek karena nggak enak badan.

Kondisi badan seperti itulah yang sering disebut “summer” dan seringnya penyakit ini akan timbul di cuaca yang nggak jelas seperti ini. Aq sendiri bingung bagaimana istilah ini begitu populer pada kalangan orang-orang sepuh. Dan aq lebih bingung lagi bahwa arti katanya dalam bahasa inggris adalah musim panas. Lha? apa hubungannya musim panas dengan penyakit musiman?

Akhirnya aq tergelitik untuk membuat sebuah teori konspirasi (halagh…). Bahasa Belanda untuk kata panas adalah “opwarmen”, kata hangat adalah “warmte”, kata sakit adalah “ziek” dan kata musim panas adalah “zomer”. Tetap sebenarnya, istilah “summer” menurut arti kata masih agak jauh dengan makna yang digunakan oleh budhe dan ibuqu. Kemudian aq mencoba mendengarkan audio untuk mengucapkan kata zomer, ternyata dibaca zomer, dengan “o” dan “e” yang sama dengan lafal dalam Bahasa indonesia. Beda sekali dengan “summer” dalam Bahasa Inggris yang dibaca “samer”. Dan lucunya, entah mengapa, ibu dan budhequ sering melafalkan istilah “summer” dengan “sumer” (bacaan “u”).

Melihat “secuil” persamaan itu, aq mengambil kesimpulan yang sangat prematur.. Mungkin jaman dulu para noni Belanda kaget dengan cuaca di indonesia yang jauh beda dengan cuaca pada musim dinginnya Negara kincir Angin tersebut. Dan cuaca panas di Indonesia bisa bertahan selama setahun penuh (diselingi dengan hujan tentu saja). Mungkin, karena merasa kegerahan dan kepanasan, mereka menyebutnya “zomer”. Bisa saja karena kekagetannya dengan cuaca di Indonesia itu, para noni jatuh sakit karena tidak bisa beradaptasi dengan cuaca baru. Dan entah bagaimana secara tidak jelas dari kuping ke kuping, mulut ke mulut, para inlader menginterpretasikan bahwa arti kata “zomer” adalah “panas”, dan memaknainya dengan “penyakit musiman”.. hahaha.. Koq aq tiba-tiba bikin postingan yang gak jelas gini seh…

Tapi aq cukup senang, karena aq masih bsia mengingat beberapa kosa kata “unik” yang tidak termasuk ke dalam KBBI. Mengingatkanqu betapa besarnya negara ini, betapa beraneka ragam pemikiran penduduknya dan juga betapa kaya ranah bahasa nya.

NB: Semua investigasi tak jelas di atas hanya berdasarkan pada satu sumber yang tidak valid yaitu Google Translate

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.