Impulse of My Human Senses

April 26, 2010

2009: Just a Journey (part 2)

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 6:16 am

Setelah beberapa waktu nggak mengupdate blog, rasanya keterlaluan banget kalo ada tulisan yang sudah kurencanakan untuk dibikin sekuelnya, tapi tak kunjung diteruskan. Jadi akhirnya, mumpung aq lagi gak ada kerjaan dan sedang bermalas-malasan saja di dalama kamar, maka kuputuskan untuk menulis sesuatu.

Di entry sebelumnya, aq sempat menyebutkan 2 kota yang kukunjungi yaitu Jakarta dan Solo. Dan kali ini aq akan menyebutkan 4 kota sekaligus yaitu Surabaya, Cirebon, Jakarta (lagi) dan Bali.

3. Surabaya
Jangan pikir bahwa perjalanan yang kali ini merupakan perjalanan wisata dari satu tempat rekreasi ke objek wisata yang lain. Sayangnya, ini adalah perjalanan pertamaqu sendirian ke Surabaya, dan tidak sekalipun aq menginap disana. Dua kali aq ke kota ini dengan tujuan memenuhi panggilan wawancara kerja di Gedung Graha Pena. Walaupun toh akhirnya aq tak dipanggil kembali (atau dengan kata lain, ditolak mentah2), tapi toh pengalamannya cukup asik.
Aq tak pernah menyangka kalau harga tiket bis ke Surabaya cukup murah, apalagi yang ekonomi. Sehabis wawancara, aq sempatkan untuk jalan2 berkeliling kota naik bis kota karena aq benar2 buta dengan kota ini. Dan saat itu, aq merasa beruntung karena telah mengurungkan niatqu untuk naik motor dan memilih menggunakan alat transportasi publik, karena ternyata traffic di Surabaya bisa dianggap cukup menakutkan.
Salah satu hal yang cukup membuat perjalanan kali ini cukup menarik adalah pertemuanqu dengan mantan kekasihqu yang tinggal di salah satu sudut kota. Pertemuan itu sendiri sebenarnya tak terlalu spesial, hanya semacam basa basi dan penggalan nostalgia, tapi cukup melegakan, karena ada satu tujuanqu yang terpenuhi di hari itu.

4. Cirebon
Setelah berrpuluh2 tahun aq meninggalkan kota ini, akhirnya aq kembali ke kota dimana aq pernah menghabiskan masa kanak2qu. Satu hal yang paling kuingat ketika aq masih tinggal di dekat pantai di kota Udang ini adalah masa2 saat aq masih duduk di bangku TK. Dan cerita2 yang kudengardari orang tuaqu maupun orang2 di sekitarqu selalu menyatakan tentang kenakalan dan kebandelanqu yang gak ada habisnya. Well, namanya juga anak kecil, pasti ada hal2 yang bikin dia nangis dan ngambek kan? ^_^
Selama disana, aq tinggal beberapa hari di rumah pakdhe2qu, tepatnya 3 hari di rumah pakdhe Man, dan 2 hari di rumah pakdhe Bagong. Dan selama itu, aq jalan2 sendiri ke pantai dekat perumahan dimana pakdhequ tinggal, dan juga naik angkota berkeliling mencari tahu dimana stasiun dan juga mall terdekat. Hal yang paling terasa di Cirebon adalah hawanya yang sangat panas dan juga kegersangannya. Tapi pernyataan ini sangatlah gak objektif. Mungkin hanya karena aq terbiasa dengan kota Malang yang begitu adem dan penuh dengan pepohonan.
Yang aq suka dari kota ini adalah lalu lintasnya yang tidak padat dan tersedianya becak di pusat2 kota, jadi bisa berkeliling kota dengan santai tanpa gangguan suara sirene mobil dan asap kendaraan bermotor.

5. Jakarta (lagi)
Perjalananqu sebelumnya ke kota ini cukup memberikanqu beberapa poin negatif yang entah mengapa membuat aq malas untuk kembali ke kota ini. Tetapi, ada seseorang yang begitu istimewa yang membuatqu merasa harus kembali ke ibukota.
Dan ternyata keputusanqu tidak salah, karena aq memilih waktu yang tepat untuk mengunjungi kota terpadat di Indonesia ini. Yup, masa Lebaran. Di waktu banyak orang Jakarta memilih untuk mudik ke dareah asal mereka masing2, maka Jakarta menjadi begitu sepi dan asik untuk dijelajahi.
Jadilah aq naik motor berkeliling dari Stasiun Senen sampai Ciputat, Tangerang, melewati beberapa jalan2 yang konon di hari kerja sangat macet, tapi pada saat itu bisa kulewati dengan mulusnya.
Ada beberapa cerita menarik ketika aq berkelana di kota ini. Pertama adalah ketika aq salah ambil belokan, dan diteriaki oleh petugas penjaga rumahnya Pak Wakil Presiden (yang waktu itu masih dijabat oleh JK), sempet keder juga karena terlihat tank yang menjaga rumah itu. Akhirnya setelah meminta maaf sebentar, kami bergegas ngacir dari jalan itu.
Cerita kedua adalah ketika aq melewati HI, dan ditilang oleh pak petugas polisi yang sendirian. Aq yakin banget polisi itu gak bawa surat perintah, jadi memang lagi mencari penghasilan tambahan. Bodohnya, saat itu kami lupa menanyakan soal surat perintah itu dan dengan lugunya memberikan SIM dan STNK begitu saja. Dan lebih lucu lagi adalah ketika temanqu berhasil merayu polisinya dengan ongkos dua puluh ribu, ternyata tak ada satupun dari kami yang memgang uang dua puluh rubuan. Akhirnya dengan wajah nelangsa, kami memberikan selembar uang lima puluh ribuan ke polisi itu.
Dan cerita terakhir adalah ketika kami mengunjungi salah seorang kawan forum kami yang tinggal di dareah Cilandak. Hampir seharian kami ngobrol dan berdiskusi di rumahnya, dan menjelang malam ketika kami ingin pulang, sang kawan menawarkan tumpangan. Karena kami berdua sama2 lelah, maka tawaran itu tentulah kami iyakan. Ternyata kami malah diajak sang kawan untuk Nite Tour of Jakarta… dengan fasihnya kawan kami bercerita mengenai sejarah Jakarta dan peperangan di masa itu.
Sebenarnya ada hal lain yang menarik yang terjadi di kala itu, seperti bersilaturahmi ke rumah kawan2 forum kami dan juga shopping si salah satu pasar tradisional Jakarta. Dan juga sebuah pertemuan penting dengan sebuah keluarga. Pertemuan tersebut seharusnya menjadi inti dari tujuan perjalananqu kali itu. Sayangnya, kemudian tidak ada langkah berikutnya yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.

6. Bali
Ada dua hal yang membuatqu mengunjungi Bali. Pertama, karena aq sebelumnya sudah 3 kali gagal untuk melakukan perjalanan ke pulau dewata ini, waktu SD, SMP, dan ketika bekerja di sebuah perusahaan. Akhirnya, ketika ide ini datang dari seorang kawan, maka tidak mungkin kutolak. Alasan kedua adalah, aq ingin menutup tahun 2009 dengan sebuah perjalanan terakhir, yang paling istimewa.
Awalanya, kukira perjalanan wisataqu kali ini akan sama saja dengan yang lain, menarik tetapi masih masuk dalam konteks yang wajar. Yang tidak kuperhitungkan adalah ternyata perjalanan ini akan mengubah hidupqu.
Sebenarnya, acara jalan2nya sangatlah standar, mengunjungi beberapa pantai indah dan juga beberapa objek wisata terkenal. Juga sempat mencicipi bangku bioskop di kota Denpasar. Dan seperti tipikal kota wisata, maka kebanyakan mata pencaharian penduduknya adalah yang berhubungan dengan pariwisata seperti makanan, souvenir, jasa wisata dan semacamnya. Hal semacam ini agak membuatqu kurang nyaman. Maklum, aq agak ndeso dan berpikir bahwa suatu tempat sangat nyaman kalau masih bisa melihat rumah2 penduduk asli yang belum komersil.
Tapi, perjalananan ini benar2 menutup tahun 2009 dengan sebuah memori yang nanti akan menjadi suatu hal yang penting di dalam hidupqu.

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.