Impulse of My Human Senses

April 13, 2011

Mirip sapa yaaa?

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 3:46 pm

MyHeritage: Look-alike MeterGenealogy forumRoots

December 1, 2010

.satu.

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 3:05 pm

Pada tanggal 1 Desember 2010 ini aq genap berusia 25 tahun.. Wah, nggak nyangka umur sudah seperempat abad. Pertama yang terlintas pada dini hari adalah nikmat yang telah kuperoleh. Alhamdulillah, ada kebahagiaan-kebahagiaan yang begitu indah tahun ini. sekarang aq sudah menikah dan memiliki seorang suami yang bertanggungjawab dan juga menyayangiqu. Dan karena pernikahan ini juga akhirnya aq menambah anggota keluarga, memiliki sepasang mertua yang begitu baik, adik ipar yang menyenangkan dan ramah juga paman bibi dan saudara lainnya yang begitu welcome. Yang paling membahagiakan dari semuanya adalah sekarang aq sedang menunggu kelahiran anakqu yang pertama. Untuk hal yang satu ini, aq benar2 excited, dan juga mencari banyak informasi dan berusaha melakukan persiapan yang terbaik agar anakqu sehat dan bisa melahirkan dengan normal.

Dari semua kebahagiaan itu, aq merasa sangat bersyukur bahwa Tuhan masih menyayangiqu dan memberikan yang terbaik bagi hidupqu.

Hal kedua yang kupikirkan di hari ini adalah beberapa kegagalanqu dan juga kesalahan yang selama setahun ini kulakukan. Betapa aq merasa masih sangat jauh dari baik. Bahwa begitu banyak kekhilafan dan juga ada beberapa cobaan yang terjadi pada tahun ini, baik padaqu maupun keluargaqu. Dan itu terjadi sebagian karena diriqu dan sebagian juga karena keadaan. Menilik semua itu membuatqu ingin untuk menjadi sosok yang lebih baik di masa mendatang. Berharap semoga Tuhan dan juga orang2 yang telah tersakiti mau memaafkanqu, juga memohon agar aq diberi kelapangan dada untuk memaafkan dan merelakan beberapa kejadian buruk di masa lalu.

Rasanya tak perlu lagi untuk memendam dendam ataupun sesal, meningkatkan diri untuk selalu maju dan tidak terjerembab pada masalah yang sama, mungkin adalah jalan yang terbaik.

Dan sekarang, aq ingin fokus untuk masa depan. Lebih menata kehidupan rumah tanggaqu. Benar kata mertuaqu, bahwa berumahtangga itu gampang-gampang susah, dan setiap rumah tangga itu berbeda, karena pelakunya juga berbeda. Dan sebagai pelengkap kontemplasiqu pada hari ulang tahunqu ini, aq berdoa, semoga kami semua dikuatkan, diteguhkan, ditabahkan dan selalu diberi harta berupa iman di dalam jiwa kami. Karena aq yakin, dengan itulah kami bisa mengarungi hidup berumahtangga yang benar, dan juga bisa memberikan manfaat bagi orang2 yang kami cintai. Amin.

October 9, 2010

The Hardest Day – Alejandro Sanz & The Corrs

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 5:51 am

One more day, one last look
Before I leave it all behind
And play the role that’s meant for us
That said we’d say goodbye
Cuentame, otra vez si no es el mismo sol de ayer el que se esconde hoy
Para ti, para mi, para nadie mas se ha inventado el mar

If I promise to believe will you believe
That there’s nowhere that we’d rather be
Nowhere describes where we are
I’ve no choice, I love you
Leave, love you wave goodbye

And all I ever wanted was to stay
And nothing in this world’s gonna change, change

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

Dejame que te de cada segundo envuelto en un atardecer de vida
Para ti, para mi, para nadie mas se ha inventado el mar

But I never will regret a single day
Pero ninguno sabia muy bien que hacer
What I’m feeling for you (aquella noche, noche)
I will always love you
Leave, love you wave goodbye

(Ire, ire, ire)
And all, and all I ever wanted was to stay (este maldito atardecer)
Nothing in this world’s gonna change…

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
I never knew I’d ever feel this way
I feel for you…

Never wanna wake up, from this night
Never wanna leave this moment
Wainting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life…
Never wanna wake up from this night…

September 30, 2010

Perbedaan ritme kerja dengan pasangan

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 3:44 pm

Ketika sudah menikah, maka tentunya ada perbedaan ritme pertemuan dan kebersamaan dengan ketika masih pacaran. Saat sudah menikah, akan lebih banyak kebiasaan dan juga kegiatan sehar-hari yang dilakukan bersama. Dan untuk semakin menambah kemesraan, biasanya waktu yang ada, diluangkan untuk saling bertukar pikiran, bercanda atau saling berbincang tentang kejadian selama seharian.

Dan itu, ternyata susah. Pekerjaan menjadi customer service, membuatqu harus lebih siap sedia atas segala resiko jadwal kerja kantor daripada mengurus suami (padahal kan baru menikah huhuhu). Awalnya pekerjaanqu hanya menuntut 6 hari kerja, dari senin hingga sabtu, dan suami memiliki 5 hari kerja, jadi kami memiliki ritme jam kerja dan aktivitas yang hampir sama sehingga banyak waktu yang bisa diluangkan hanya untuk sekedar makan jagung bakar malam-malam di depan patung Gatotkaca Seraya atau semacamnya.

Begitu website kantorqu sudah mulai soft launching, perbedaan jam kerja mulai terlihat. Hari liburqu tidak lagi menjadi hari sabtu-minggu, melainkan pada hari selasa dan jumat, yang jelas2 jauh berbeda dengan suami. Belum lagi aq harus masuk shift malam 3 kali seminggu sehingga kami jarang bisa meluangkan waktu bersama. Untungnya sat itu, suami masih bekerja di cabang kantornya yang dekat dengan tempat tinggal kami. Jadinya, kami masih sempat untuk sarapan bersama, dan dia juga selalu menyempatkan diri untuk pulang saat makan siang ataupun menjelang aq berangkat kerja (walaupun setelah itu dia akan kembali ke kantor untuk lembur).

Sayangnya, cobaan kami tidak berhenti sampai di situ. Alhamdulillah, suamiqu berhasil mendapatkan proyek di kantornya yang sayangnya mengharuskan dia untuk rela pindah ke cabang kantor di daerah lain. Sedih rasanya melihat suami harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih lambat agar bisa PP ke kantornya dengan mobil transportasi kantor. Keadaan itu mengubah drastis ritme aktivitas kami. Tak ada lagi sarapan dan makan siang bersama, ataupun kegiatan melewatkan hari libur yang bisa dilakukan berdua, karena setiap kali aq libur, dia masuk kerja dan begitu sebaliknya. Frekuensi bertemu pun jadi sangat jarang, karena dia berangkat kerja saat aq tertidur setelah shift malam dan aq pulang kerja saat dia masih tidur pulas.

Bulan puasa kemarin cukup memberikan suasana baru dalam rumah tangga kami. Aq sengaja mengundurkan jam tidurqu agar bisa membangunkan dia makan sahur lalu kami akan melewatkan sahur bersama, dan kebiasaan jelek suamiqu adalah dia sering melewatkan sahur bila tak kutemani. Tapi, sering juga aq sudah sangat kelelahan sehingga aq tak kuat untuk menemaninya.

Ramadhan telah usai, tempo kegiatan kami kembali seperti semula. Ada perasaan jenuh dan juga kesal terhadap resiko pekerjaan karena itu sangat mengganggu frekuensi pertemuan kami. Tapi semuanya sudah menjadi tanggung jawab pekerjaan yang harus kami terima. Sampai kemudian, datanglah musibah itu.

Suatu hari, aq harus shift malam, dan pulang dini hari (sekitar jam 3 pagi) dan aq mengalami pengalaman yang sangat menyeramkan. Sesuatu yang sangat buruk terjadi dan itu sungguh membuat aq trauma. Di titik inilah, kemudian aq berpikir “Cukup. Sudah!”.

Kejenuhanqu akan ritme kerja yang tak menentu, berkurang drastis frekuensi bertemu dengan suami, dan juga kejadian terakhir menjadi sebuah katalis yang cukup untuk membuatqu membuat keputusan drastis. Aq tidak boleh hanya diam begini tanpa mengubah keadaan. Yang pasti, aq harus melakukan sesuatu.

Di saat-saat aq dan suami memiliki jadwal hari kerja dan libur yang berbeda, kami selalu berusaha meluangkan waktu (sesedikit apapun) untuk tetap bisa saling berbincang dan bertukar pikiran. Saat dia lembur misalnya, aq akan menjemput dia untuk meluangkan makan malam bersama, dan esoknya dia akan menjemputqu di dini hari, di waktu semacam itulah kami bisa saling mengobrol tentang pekerjaan, ide, mimpi maupun leleucon. Atau di kala aq kebagian shift pagi, dia akan mengusahakan untuk tidak lembur dan meluangkan malam itu berdua. Entah hanya dengan makan nasi goreng seharga Rp.2.500 atau bermain game di laptop.

Tapi, kadang sesuatu memiliki titik penghabisan. Waktu yang kami miliki untuk bersama memang cukup sempit, tapi kami cukup mensyukurinya dan juga menikmatinya. Walaupun begitu, kejadian yang terakhir, cukup membuatqu tersadar akan resiko yang lebih besar dan lebih menakutkan akan pekerjaanqu, dan yang akhirnya membuat aq menyerah untuk meneruskannya.

Semoga ini memang jalan yang terbaik bagi kami. Amin.

August 18, 2010

Just another post.

Filed under: CoratCoret Hati — dekirsh @ 3:15 pm

Kadang rasanya iri melihat teman2 yang masih bisa berpikir kritis dan berjiwa “muda”. Bisa meluapkan segala argumen mereka mengenai banyak topik, baik agama, politik, sosial, budaya de el el el el el el el. I was in that state, though. Rasanya masih teringat ketika aq begitu bersemangat dengan ide2 dan isu2 baru. Juga bisa kuingat bagaimana aliran adrenalin di darahqu dengan hal2 yang baru dan menarik. Dan sekarang aq jadi iri pada mereka yang masih bisa menyimpan bara itu.

Mungkin aq merasa diriqu dahulu terlalu mudah terpancing isu, mungkin aq merasa bahwa ilmuqu “cethek”, hanya akan menutupi argumen2 awal, tetapi bila akan “nol besar” bila ditanyai soal kedalaman sumber suatu topik. Atau bisa saja, aq terlalu tak peduli dengan semua hal, merasa begitu puas dan nyaman dengan duniaqu sendiri. Atau, aq terlalu muak dengan rentetan berita di media yang tak tentu arah, membawa masyarakat dari satu isu ke isu yang lain dan memeras emosi dan jiwa mereka hingga tak mampu untuk memahami suatu perkara dengan mata dan hati yang lebih “jernih”.

Akan sangat lucu bila ketidakberdayaanqu kusangkutpautkan dengan hal2 di luar diriqu, seakan aq tak bisa menguasai diriqu sendiri akan apa yang harus kulakukan dan kupikirkan (No, I’m not gonna talk about Marx and his theory about this). Tetapi, sampai detik ini pun, aq tak tahu mau membawa postingan blog ini ke arah yang mana..

Ah, haruskah aq bikin pertanyaan hipotesa terlebih dahulu?

1. Mengapa aq iri kepada jiwa muda yang penuh kritisisme dan semangat untuk berargumen dan mendobrak?

2. Apakah diriqu terkena syndrom post-collegial period? Masa’ sih?

3. Apa hubungan dengan rentetan “bom” headlines yang yang disebarluaskan oleh media dengan ke”apatis”anqu terhadap segala hal?

4. Mungkinkah aq yang terlalu mengada2 dan mencari2 alasan?

Wait? kayaknya itu bukan tipe pertanyaan yang valid untuk memulai sebuah penelitian ataupun analisis. Pfyuhh, bahkan aq lupa bagaimana cara membuat sebuat makalah ilmiah. Kayaknya, jawaban dari semua ini cuma satu. Aq harus BELAJAR lagi.

Yup. Siap2 tidak ada romantisme malam hari ataupun bermalas2an pada siang hari. I need to refresh my mind.

Belajar lagi yuk? (No, honey, I don’t refer to you in this post.. Kayaknya aq perlu membaca lebih banyak ketimbang mendengar teori2 konspirasi darimu deh.)

August 11, 2010

Remembrance

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 6:23 pm

Kenangan itu bagaikan sebuah puzzle yang tak pernah mati
Setiap fragmen kehidupan mewarnai setiap sudut sepi
Ada sakit, cinta, air mata, gelak tawa dan rindu
Semu, pekat, gelap, merah, hati, derai dan tepian.
Kadang, sebuah kabut menutup kornea
serta kalbu
dan, Terkadang, keterikatan terhadap waktu dan catatan kehidupan
adalah siksaan tiada akhir.

apakah kosong lebih baik
ataukah menganggap ketiadaan lebih sempuna
sedangkan hidup tak pernah sendirian
labirin dan celah pertemuan serta perpisahan menentukan langkahnya
tanpa tahu kemana ujung memberikan arah keluar

dan jalan ini
tak berhenti dari sebuah kata yang terposting di blog
atau perjalanan sanur kuta dalam dua puluh menit

….

July 31, 2010

“Summer”

Filed under: CoratCoret Hati — dekirsh @ 9:13 am

Akhir-akhir ini cuaca begitu tak menentu. Kadang panas, kadang hujan deras sampai banjir. Keadaan cuaca yang tak menentu begini membuat orang mudah sekali terkena penyakit, terutama orang-orang yang kekebalan tubuhnya lemah. Teman-temanqu, baik yang di Malang ataupun yang di Bali, sudah satu per satu tumbang. Aq saja kemaren sempat nggak enak badan, dengan suhu tubuh yang agak naik dan badan begitu lemas dan pusing. Untungnya, dengan beristirahat yang cukup, aq dah baikan, semoga itu juga bisa terjadi pada teman-temanqu yang saat ini sedang sakit.

Terus apa hubungannya dengan “summer”? Hahaha… ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan musim panas, walaupun mungkin di daratan bumi yang lain, saat ini emang sedang menikmati indahnya musim panas. “Summer” adalah istilah yang sering dipakai oleh ibuqu atau budhe2qu ketika aq sakit panas sewaktu aq masih kecil. Namanya juga anak kecil, nggak peduli hujan, panas atau gerimis, kalau lagi senang bermain ya bermain aja. Tahu-tahunya sore atau malamnya, badan terasa panas dan merengek karena nggak enak badan.

Kondisi badan seperti itulah yang sering disebut “summer” dan seringnya penyakit ini akan timbul di cuaca yang nggak jelas seperti ini. Aq sendiri bingung bagaimana istilah ini begitu populer pada kalangan orang-orang sepuh. Dan aq lebih bingung lagi bahwa arti katanya dalam bahasa inggris adalah musim panas. Lha? apa hubungannya musim panas dengan penyakit musiman?

Akhirnya aq tergelitik untuk membuat sebuah teori konspirasi (halagh…). Bahasa Belanda untuk kata panas adalah “opwarmen”, kata hangat adalah “warmte”, kata sakit adalah “ziek” dan kata musim panas adalah “zomer”. Tetap sebenarnya, istilah “summer” menurut arti kata masih agak jauh dengan makna yang digunakan oleh budhe dan ibuqu. Kemudian aq mencoba mendengarkan audio untuk mengucapkan kata zomer, ternyata dibaca zomer, dengan “o” dan “e” yang sama dengan lafal dalam Bahasa indonesia. Beda sekali dengan “summer” dalam Bahasa Inggris yang dibaca “samer”. Dan lucunya, entah mengapa, ibu dan budhequ sering melafalkan istilah “summer” dengan “sumer” (bacaan “u”).

Melihat “secuil” persamaan itu, aq mengambil kesimpulan yang sangat prematur.. Mungkin jaman dulu para noni Belanda kaget dengan cuaca di indonesia yang jauh beda dengan cuaca pada musim dinginnya Negara kincir Angin tersebut. Dan cuaca panas di Indonesia bisa bertahan selama setahun penuh (diselingi dengan hujan tentu saja). Mungkin, karena merasa kegerahan dan kepanasan, mereka menyebutnya “zomer”. Bisa saja karena kekagetannya dengan cuaca di Indonesia itu, para noni jatuh sakit karena tidak bisa beradaptasi dengan cuaca baru. Dan entah bagaimana secara tidak jelas dari kuping ke kuping, mulut ke mulut, para inlader menginterpretasikan bahwa arti kata “zomer” adalah “panas”, dan memaknainya dengan “penyakit musiman”.. hahaha.. Koq aq tiba-tiba bikin postingan yang gak jelas gini seh…

Tapi aq cukup senang, karena aq masih bsia mengingat beberapa kosa kata “unik” yang tidak termasuk ke dalam KBBI. Mengingatkanqu betapa besarnya negara ini, betapa beraneka ragam pemikiran penduduknya dan juga betapa kaya ranah bahasa nya.

NB: Semua investigasi tak jelas di atas hanya berdasarkan pada satu sumber yang tidak valid yaitu Google Translate

July 27, 2010

Sekilas tentang Bali

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 5:16 pm
Tags:

wuah… tak sadar ternyata lama juga aq tidak mengisi blog ini.. sebuah rutinitas dan kesibukan baru hampir saja menyita seluruh otak dan waktuqu, sehingga aq sudah lama tak menulis apapun.

Oke.. back to topic. Sudah hampir beberapa bulan ini aq tinggal di Pulau dewata. Nope, it’s not a vacation. Definisi tinggal berarti saya (untuk sementara dan untuk jangka waktu yang belum bisa dipastikan) berada di pulau ini, hidup, bernafas, makan, bekerja dan melakukan kegiatan semacamnya.

Bila banyak orang berpikir bahwa Bali adalah pulau yang indah. Well, I will not blame their opinion. Pertama kali yang masuk dalam otakqu mengenai imaji Pulau Bali adalah sebuah pulau yang penuh dengan eksotisme dan tempat2 yang mempesona. Dan semua bayanganqu ternyata perlahan buyar seiring dengan waktu yang kujalani di daerah Kuta.

Seandainya aq adalah seorang wisatawan, bali adalah tempat yang paling tepat, karena memang penuh dengan objek wisata yang sangat menarik dan juga pemandangan yang indah. Akan tetapi, sebagai seorang pekerja dan pemukim baru di daerah ini, maka Kuta (atau Kabupaten Badung) tak begitu beda dengan kota-kota lain di Jawa (maaf, pengetahuan saya baru sampai wilayah Jawa saja).

Daerah kontrakan dan kos-kosan yang padat dan penuh gang kecil dan sampah, jalan2 tidak mulus dan berkelok2, kemacetan, dan juga warung2 kecil yang berjajar dimana2 membuat “secuil wajah” yang tidak terlalu beda dengan pemukiman padat manapun. Di sudut yang lain, penuh dengan restauran mahal, hotel2 mewah dan juga butik2 bergaya menjadi sebuah pemandangan yang sangat kontras.

Mungkin itulah kelebihan Pulau Bali. Bisa memoles dirinya begitu elok dimata wisatawan, tetapi masih menyisakan tempatnya untuk pendatang di sudut kota yang lain. Bisa menjadi pusat hiburan dan kesenangan bagi pelancong, juga menawarkan bagian rejeki bagi perantau.

Tentu saja pandanganqu tidak bisa dibilang objektif, karena ini blog pribadiqu, jadi boleh dong mengungkapkan uneg2 hehehe…

Yeah, paling tidak aq bisa mendapatkan hidup yang “normal disini”, bekerja 5 hari dalam seminggu dan dalam 2 hari libur bisa mencicipi wisata kuliner dan juga wisata pantai nya sepuasnya (dengan catatan budget bulanan masih mencukupi :P )

So, that’s bali in my point of view, what about yours?

April 26, 2010

2009: Just a Journey (part 2)

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 6:16 am

Setelah beberapa waktu nggak mengupdate blog, rasanya keterlaluan banget kalo ada tulisan yang sudah kurencanakan untuk dibikin sekuelnya, tapi tak kunjung diteruskan. Jadi akhirnya, mumpung aq lagi gak ada kerjaan dan sedang bermalas-malasan saja di dalama kamar, maka kuputuskan untuk menulis sesuatu.

Di entry sebelumnya, aq sempat menyebutkan 2 kota yang kukunjungi yaitu Jakarta dan Solo. Dan kali ini aq akan menyebutkan 4 kota sekaligus yaitu Surabaya, Cirebon, Jakarta (lagi) dan Bali.

3. Surabaya
Jangan pikir bahwa perjalanan yang kali ini merupakan perjalanan wisata dari satu tempat rekreasi ke objek wisata yang lain. Sayangnya, ini adalah perjalanan pertamaqu sendirian ke Surabaya, dan tidak sekalipun aq menginap disana. Dua kali aq ke kota ini dengan tujuan memenuhi panggilan wawancara kerja di Gedung Graha Pena. Walaupun toh akhirnya aq tak dipanggil kembali (atau dengan kata lain, ditolak mentah2), tapi toh pengalamannya cukup asik.
Aq tak pernah menyangka kalau harga tiket bis ke Surabaya cukup murah, apalagi yang ekonomi. Sehabis wawancara, aq sempatkan untuk jalan2 berkeliling kota naik bis kota karena aq benar2 buta dengan kota ini. Dan saat itu, aq merasa beruntung karena telah mengurungkan niatqu untuk naik motor dan memilih menggunakan alat transportasi publik, karena ternyata traffic di Surabaya bisa dianggap cukup menakutkan.
Salah satu hal yang cukup membuat perjalanan kali ini cukup menarik adalah pertemuanqu dengan mantan kekasihqu yang tinggal di salah satu sudut kota. Pertemuan itu sendiri sebenarnya tak terlalu spesial, hanya semacam basa basi dan penggalan nostalgia, tapi cukup melegakan, karena ada satu tujuanqu yang terpenuhi di hari itu.

4. Cirebon
Setelah berrpuluh2 tahun aq meninggalkan kota ini, akhirnya aq kembali ke kota dimana aq pernah menghabiskan masa kanak2qu. Satu hal yang paling kuingat ketika aq masih tinggal di dekat pantai di kota Udang ini adalah masa2 saat aq masih duduk di bangku TK. Dan cerita2 yang kudengardari orang tuaqu maupun orang2 di sekitarqu selalu menyatakan tentang kenakalan dan kebandelanqu yang gak ada habisnya. Well, namanya juga anak kecil, pasti ada hal2 yang bikin dia nangis dan ngambek kan? ^_^
Selama disana, aq tinggal beberapa hari di rumah pakdhe2qu, tepatnya 3 hari di rumah pakdhe Man, dan 2 hari di rumah pakdhe Bagong. Dan selama itu, aq jalan2 sendiri ke pantai dekat perumahan dimana pakdhequ tinggal, dan juga naik angkota berkeliling mencari tahu dimana stasiun dan juga mall terdekat. Hal yang paling terasa di Cirebon adalah hawanya yang sangat panas dan juga kegersangannya. Tapi pernyataan ini sangatlah gak objektif. Mungkin hanya karena aq terbiasa dengan kota Malang yang begitu adem dan penuh dengan pepohonan.
Yang aq suka dari kota ini adalah lalu lintasnya yang tidak padat dan tersedianya becak di pusat2 kota, jadi bisa berkeliling kota dengan santai tanpa gangguan suara sirene mobil dan asap kendaraan bermotor.

5. Jakarta (lagi)
Perjalananqu sebelumnya ke kota ini cukup memberikanqu beberapa poin negatif yang entah mengapa membuat aq malas untuk kembali ke kota ini. Tetapi, ada seseorang yang begitu istimewa yang membuatqu merasa harus kembali ke ibukota.
Dan ternyata keputusanqu tidak salah, karena aq memilih waktu yang tepat untuk mengunjungi kota terpadat di Indonesia ini. Yup, masa Lebaran. Di waktu banyak orang Jakarta memilih untuk mudik ke dareah asal mereka masing2, maka Jakarta menjadi begitu sepi dan asik untuk dijelajahi.
Jadilah aq naik motor berkeliling dari Stasiun Senen sampai Ciputat, Tangerang, melewati beberapa jalan2 yang konon di hari kerja sangat macet, tapi pada saat itu bisa kulewati dengan mulusnya.
Ada beberapa cerita menarik ketika aq berkelana di kota ini. Pertama adalah ketika aq salah ambil belokan, dan diteriaki oleh petugas penjaga rumahnya Pak Wakil Presiden (yang waktu itu masih dijabat oleh JK), sempet keder juga karena terlihat tank yang menjaga rumah itu. Akhirnya setelah meminta maaf sebentar, kami bergegas ngacir dari jalan itu.
Cerita kedua adalah ketika aq melewati HI, dan ditilang oleh pak petugas polisi yang sendirian. Aq yakin banget polisi itu gak bawa surat perintah, jadi memang lagi mencari penghasilan tambahan. Bodohnya, saat itu kami lupa menanyakan soal surat perintah itu dan dengan lugunya memberikan SIM dan STNK begitu saja. Dan lebih lucu lagi adalah ketika temanqu berhasil merayu polisinya dengan ongkos dua puluh ribu, ternyata tak ada satupun dari kami yang memgang uang dua puluh rubuan. Akhirnya dengan wajah nelangsa, kami memberikan selembar uang lima puluh ribuan ke polisi itu.
Dan cerita terakhir adalah ketika kami mengunjungi salah seorang kawan forum kami yang tinggal di dareah Cilandak. Hampir seharian kami ngobrol dan berdiskusi di rumahnya, dan menjelang malam ketika kami ingin pulang, sang kawan menawarkan tumpangan. Karena kami berdua sama2 lelah, maka tawaran itu tentulah kami iyakan. Ternyata kami malah diajak sang kawan untuk Nite Tour of Jakarta… dengan fasihnya kawan kami bercerita mengenai sejarah Jakarta dan peperangan di masa itu.
Sebenarnya ada hal lain yang menarik yang terjadi di kala itu, seperti bersilaturahmi ke rumah kawan2 forum kami dan juga shopping si salah satu pasar tradisional Jakarta. Dan juga sebuah pertemuan penting dengan sebuah keluarga. Pertemuan tersebut seharusnya menjadi inti dari tujuan perjalananqu kali itu. Sayangnya, kemudian tidak ada langkah berikutnya yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.

6. Bali
Ada dua hal yang membuatqu mengunjungi Bali. Pertama, karena aq sebelumnya sudah 3 kali gagal untuk melakukan perjalanan ke pulau dewata ini, waktu SD, SMP, dan ketika bekerja di sebuah perusahaan. Akhirnya, ketika ide ini datang dari seorang kawan, maka tidak mungkin kutolak. Alasan kedua adalah, aq ingin menutup tahun 2009 dengan sebuah perjalanan terakhir, yang paling istimewa.
Awalanya, kukira perjalanan wisataqu kali ini akan sama saja dengan yang lain, menarik tetapi masih masuk dalam konteks yang wajar. Yang tidak kuperhitungkan adalah ternyata perjalanan ini akan mengubah hidupqu.
Sebenarnya, acara jalan2nya sangatlah standar, mengunjungi beberapa pantai indah dan juga beberapa objek wisata terkenal. Juga sempat mencicipi bangku bioskop di kota Denpasar. Dan seperti tipikal kota wisata, maka kebanyakan mata pencaharian penduduknya adalah yang berhubungan dengan pariwisata seperti makanan, souvenir, jasa wisata dan semacamnya. Hal semacam ini agak membuatqu kurang nyaman. Maklum, aq agak ndeso dan berpikir bahwa suatu tempat sangat nyaman kalau masih bisa melihat rumah2 penduduk asli yang belum komersil.
Tapi, perjalananan ini benar2 menutup tahun 2009 dengan sebuah memori yang nanti akan menjadi suatu hal yang penting di dalam hidupqu.

February 23, 2010

Filed under: Uncategorized — dekirsh @ 7:24 pm

i love u.

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.